Tuesday, December 17, 2019

Di perkosa ayah Tiriku

Komentar Home News Megapolitan Kisah Pilu Remaja yang Diperkosa Ayah Tiri, Bertahun-tahun Tanggung Beban Sendiri... Jumat, 11 Oktober 2019 | 09:30 WIB SHUTTERSTOCK Ilustrasi Penulis: Muhammad Isa Bustomi | Editor: Jessi Carina TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - H (16), gadis belia asal Ciputat, Tangerang Selatan menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh ayah tirinya berinisial S. Tindakan bejat tersebut dialami sejak korban duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar. Usianya ketika itu masih 12 tahun. S mulai memerkosa anak tirinya setelah istrinya, yang tak lain adalah ibu si anak, meninggal dunia karena penyakit. Pemerkosaan itu terjadi berulang kali. H tidak berdaya karena diancam dengan pisau untuk melayani nafsu S. Ayahnya ini ngancam dengan menggunakan pisau biar korban mau melayaninya," kata Ketua Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar), Ferry Irawan saat mendampingi korban lapor ke Polres Tangerang Selatan, Kamis (10/10/3019). H menjadi takut dan tidak berani menceritakan kejadian yang dia alami ke orang lain. Semua itu disimpan rapat-rapat oleh gadis yang beranjak remaja itu. Merasa perlakuannya tak akan terbongkar, korban dipaksa terus melayani S. Beban itu ditanggung bertahun-tahun oleh H seorang diri. Aksi bejat itu baru terungkap setelah H tidak lagi tinggal bersama S. "Terbongkarnya saat korban ini tinggal di rumah neneknya. Saat itu korban baru berani bercerita, belum lama ini," kata Ferry. Sempat hamil dua kali Semenjak mendapatkan ancaman dari S, korban tak berani bercerita atas kejadian yang dialaminya. Kondisi itu berlangsung sampai empat tahun. Korban mengalami kehamilan pertama beberapa tahun lalu setelah mulai diperkosa ayahnya. Namun saat itu korban yang masih usia belia tak mengetahui tentang tanda-tanda kehamilannya. "Karena enggak tahu namanya masih anak-anak jadi ya tahunya keluar gumpalan darah saja," kata Ferry menirukan pengakuan korban. Kehamilan kedua dialami pada awal tahun 2019. Untuk kehamilan keduanya, korban menjaga kandungan hingga melahirkan anak perempuan. Terbongkar setelah lapor ke nenek Korban melahirkan anak perempuan pada 4 September 2019. Anak dari korban itu langsung dirawat oleh bibinya. Saat itu korban pun ikut tinggal bersama anak yang dilahirkannya di rumah Nurhayati, neneknya. Saat itu perbuat S pun terbongkar setelah korban memberanikan bercerita. "Saat itu ditanya-tanya sama bibinya. Tapi korban belum mengaku. Sampai akhirnya neneknya mengambil anaknya, akhirnya korban ikut tinggal sama neneknya. Di situ korban baru berani cerita kalau anaknya hasil pemerkosaan dari bapak tirinya," kata Ferry Nenek korban, Nurhayati mengatakan semenjak kejadian yang dialami oleh cucunya, ia tak pernah lagi bertemu dengan pelaku S. Nurhayati merasa marah dan kecewa. Dia menyesal telah mengizinkan cucunya tinggal bersama S. Ketika itu, dia memberi izin agar cucunya bisa ikut menjaga kedua adiknya yang tinggal bersama S. "Kedua adiknya cowok," kata Nurhayati. Ayah tiri seorang pemulung Ferry mengatakan pelaku S yang tega memperkosa H, anak tirinya bekerja sebagai pengumpul barang bekas. "Untuk pelaku S ini kesehariannya mengumpulkan barang bekas atau pemulung," kata Ferry. Menurut Ferry, penghasilan S yang kecil tak cukup untuk membiayai korban bersekolah. "Iya jadi putus sekolah. Dia sih sampai lulus SD. Jadi sampai ibunya meninggal korban kelas 5, nah kelas 6 lulus tapi enggak lanjutin sampai SMP karena kesulitan ekonomi," tuturnya.

No comments:

Post a Comment